Panasnya siang ini, ku berjalan sendiri ke tempat orang-orang biasa menunggu angkot. Aku baru saja selesai dari aktivitas di minggu pagi dan ingin segera kembali ke rumah.
Ku naiki sebuah angkot yang masih kosong, aku duduk di dekat pintu keluar bagian kiri. Lama sekali angkot ini menunggu para penumpang. Terkadang maju nanti tidak lama kemudian mundur kembali. Ada 3 orang anak perempuan, masih SD kayaknya, naik ke angkot ini. Mereka sepertinya dari jalan-jalan di Mall tempat angkot ini mencari penumpang. Aku sedikit kaget dengan pakaian mereka yang agak minim, memperlihatkan aurat mereka. ‘apa gak diajarin ortu mereka ya?’ Tanya di batinku. Obrolan mereka seputar cowok, salah satu dari mereka angkat bicara ‘eh si anu udah putus ya sama si anu?’, ada yang menimpali ‘iya, cewek mana yang mau sm cowok kayak gitu’. Aduh2 aku yang mendengar hal itu geleng-geleng sendiri ‘zaman sekarang anak2 SD aja udah kenal sama yang namanya pacaran.’
‘kalo si anu udah punya pacar?’, Tanya anak itu kembali, dijawab oleh temannya ‘udah, knp kamu mau y?’ ‘ih gak ah’,sanggahnya.
Kemudian ada penumpang bapak-bapak yang naik, duduk tepat disebelahku. ‘Aduh panasnya hari ini’ keluhnya sambil mengibas-ngibaskan baju.
Penumpang yang lainnya lagi naik, 2 orang perempuan, sepertinya anak SMP, keluhan mereka sama dengan kami, begitu panasnya hari ini. Mereka duduk di depan ku agak kesamping kanan. Tiba-tiba salah satu dari mereka bicara dengan nada agak tinggi ‘ih siapa sih ini, sms sembarangan, mau ajak ribut ya. ayo sini, bla..bla..’ omongan yang nggak pantes keluar dari seorang perempuan yang sangat di tinggikan oleh Islam. Mereka membahas soal warna kutek ‘aku mau pake kutek ni, tp warna apa ya? emm aku paling gak suka tuh sama warna pink, kuning, hijau. Ihh jijay.’ Temannya menanggapi’ iya, bener tuh. Eh liat-liat, masa tu orang pake celana kayak gitu’. Sambil mencari temannya tadi bilang ‘mana-mana, iya tuh..norak!! Apalagi celana pendek, aku gak suka makenya risih kalo lagi duduk’ merasa aku pake baju pink agak sedikit tersinggung ‘mereka ini kalo ngomong nggak sadar di sekeliling mereka apa ya? Adik-adik tadi juga kan pake celana pendek. Huh!’ kesalku dalam hati. Sejenak aku berpikir ‘tapi apakah aku sudah lebih baik dari mereka? Mungkin saja tidak. Karena semua itu hanya Allah SWT yang menilai orang itu baik atau tidak. Aduh cepat dong jalan ni angkot, aku udah gak tahan. Bisa-bisa nambahin dosaku aja. Astagrfirullahaladziim’
Akhirnya angkot ini melaju juga dan aku pun tiba di rumah. Wuih capek dan pengalamanku hari ini naik angkot ternyata..hmm…by biru langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar